skip to Main Content
021-5806056 DutaNada@Gmail.Com

Buang Waktu ???

Pada waktu acara reuni SMA belum lama ini, saya bertemu dengan teman sebangku, sebut saja Sudibyo. Karena lama tidak bertemu, kami berbagi cerita mengenai pekerjaan, keluarga dan anak.  Setelah bicara beberapa lama, pembicaraan kita sampai pada Pendidikan Musik, dan cerita dia sangat menarik. Dia bilang ke saya dalam 2 tahun ini dia sudah BUANG WAKTU SIA2…..  Ah, ada apa gerangan ? Saya kurang mengerti maksudnya sampai dia menceritakan pengalaman dia sbb:

Anak perempuannya  (Nadia), telah les piano selama 2 tahun. Selama ini dia cukup puas dengan apa yang telah dipelajari oleh anaknya. Dapat memainkan beberapa lagu classical dan lagu favorit lainnya.

Pada suatu hari, dia mampir di tempat sepupunya yang cukup mahir main Classical Piano.  Sepupu Pak Sudibyo ini belajar piano di Conservatory Jerman. Jadi masalah teknik bermain dan interpretasi lagu sudah pasti sangat dikuasainya sekali.  Teman saya Sudibyo tentunya ingin membanggakan anaknya didepan sepupunya yang juga seorang pianist. Maka itu, dia menyuruh anaknya Nadia untuk main 2 lagu pilihannya.

Setelah bermain, sepupu dia berkomentar….., “Nadia bisa memainkan lagu dengan baik,…. Tetapi dia TIDAK mempunyai “TOUCH” sama sekali di Tuts piano.” Sepupunya berujar lagi: “ Touch di Piano sangat penting sekali, karena dengan itu lagu memiliki interpretasi dan jiwa. …..

Apa sih yang kau maksud dengan “TOUCH”? Sudibyo sangat kebingungan, karena menurut dia, Nadia telah memainkan lagu dengan cukup baik.  Dengan tenang Sepupunya menjawab:” Nadia bisa membaca not dengan baik, tetapi, jari dia kurang/tidak kuat, sehingga bagian lagu yang harusnya dimainkan secara FORTE/Keras, tidak ada bedanya dengan bagian yang dimainkan lembut.  Hal ini disebabkan oleh jari2 yang kurang mempunyai tenaga…..

 “Bagaimana bisa terjadi demikian..?”, Sudibyo makin kebingungan, karena dia tidak pernah mengira hal ini bisa terjadi pada permainan anaknya….

Sepupunya bertanya:” Apakah Nadia latihan dengan PIANO atau KEYBOARD? “ Karena dua alat musik tersebut serupa tetapi mempunyai perbedaan yang amat besar….”  Sudibyo amat terkejut dengan keterangan sepupunya, karena selama ini Nadia berlatih dengan Keyboard.  Dengan penasaran dia bertanya: “Apa bedanya? Toh keduanya serupa dan dapat menghasilkan suara yang sama?”

Sepupunya menjawab: “Wah beda sekali. Pada Piano, jari kita harus pencet tuts dengan tenaga dan dapat dibunyikan sesuai dengan perasaan kita. Tetapi dengan Keyboard, jari tidak usah bekerja terlalu susah, diraba saja tutsnya, bunyi sudah dpt dihasilkan. Maka itu, seseorang yang bermain dengan Keyboard cukup lama, akan sulit sekali bermain piano. Karena, jari2 nya sudah mempunyai kebiasaan memencet tuts dengan mudah.

Selain itu, apabila terlalu lama berlatih di Keyboard, dibutuhkan waktu yang cukup lama pula untuk mendapatkan TOUCH yang bagus. Hal ini seperti halnya orang terbiasa menulis dengan tangan kanan dan kemudian harus menulis dengan tangan kiri…..”

Cerita diatas sangatlah menarik untuk kita semua. Sudibyo baru mengetahui bahwa selama ini dia telah “BUANG WAKTU” anaknya dengan tidak memberikan PIANO sebagai alat untuk latihan musik.  Dengan demikian, anaknya harus mulai dari awal/nol untuk membiasakan diri dengan bermain PIANO untuk mendapatkan TOUCH yang baik…..

Belakangan ini penguji ROYAL sangat memperhatikan TOUCH pada piano. Ada satu kasus pada anak PREP dan penguji memberikan komentar bahwa jari kurang kuat/lemah sehingga tidak menghasilkan TOUCH yang bagus. Setelah kami pelajari, ternyata murid tsb belum mempunyai piano……

Sesuai dengan Royal Requirements, Duta Nada sangat memperhatikan TOUCH dalam permainan piano, maka itu, bagi murid yang akan mengikuti GRADE 1 keatas di th 2008, mempunyai PIANO di rumah merupakan suatu persyaratan. Karena tanpa berlatih dengan piano, penguji Royal akan memberikan nilai yang kurang baik pada Pieces yang dimainkan.  Bagi orang tua murid yg ingin bertanya hal ini lebih lanjut, silahkan menghubungi kami dan dg senang hati kami akan mendiskusikannya.

Back To Top